xiaomi berhasil Masuk Lima Vendor terbesar di dunia - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

xiaomi berhasil Masuk Lima Vendor terbesar di dunia



Xiaomi merupakan salah satu vendor asal Cina yang terkenal dengan smartphone berspesifikasi hardware cukup tinggi, namun memiliki harga terjangkau. Kita ketahui bersama bahwa Redmi Note 4 dengan Snapdragon 625, RAM 4 GB, dan storage 64 GB hanya dijual Rp 2 jutaan.

Menariknya berdasarkan informasi yang dilansir dari gizmochina.com (03/11/2017), perusahaan riset yang bernama Counterpoint baru saja merilis laporan mengenai daftar 5 besar vendor smartphone di Cina.

Dari daftar tersebut, terlihat Xiaomi berhasil menduduki peringkat keempat dengan perolehan market share 13,8% pada Q3 2017 yang mengalami peningkatan dibandingkan Q3 2016 dengan market share yang mencapai 10,3%.
Bahkan Xiaomi sendiri berhasil mengalahkan market share dari Apple di peringkat kelima yang mencapai market share 10% pada Q3 2017. Selain itu, Samsung harus rela tidak masuk dalam daftar 5 besar dan puas masuk dalam label “Other”.

Sayangnya Xiaomi masih kalah dari OPPO yang menjadi raja vendor smartphone di Cina dengan market share 18,9% pada Q3 2017. Sementara itu, Huawei dan OPPO menempati urutan kedua dan ketiga dengan sama-sama memiliki market share 18,6%.

Namun hal ini bisa dibilang wajar karena Xiaomi sendiri tidak melakukan pemasaran iklan yang gencar, seperti yang dilakukan oleh raksasa OPPO, Huawei, dan Vivo. Bisa dibilang negara Cina sendiri hampir mirip dengan Indonesia, dimana masyarakatnya lebih tertarik dengan merek smartphone yang gencar dengan iklan, promosi, menggaet artis,dan memiliki toko offline dimana-mana.

Kesimpulan

Xiaomi mampu masuk ke dalam 5 besar vendor smartphone di negara sendiri, meskipun tidak terlalu mengandalkan iklan dan lebih memilih dipromosikan oleh penggemarnya (Mi Fans). Selain itu, vendor Apple dan Samsung masih belum mampu menembus kokohnya tembok besar Cina.

Bisa dibilang daftar 4 vendor smartphone teratas diisi oleh vendor lokal. Untuk itu, mari kita tunggu saja laporan Q4 2017 pada beberapa bulan mendatang, apakah akan terjadi perubahan peringkat di masa mendatang?