Walau Pun krisis Ekonomi Negara Venezuela tetap Meluncurkan cryptocurrency - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Walau Pun krisis Ekonomi Negara Venezuela tetap Meluncurkan cryptocurrency


Di tengah-tengah krisis ekonomi hebat yang melanda Venezuela, pemerintahan Presiden Nicolas Maduro dalam waktu dekat akan meluncurkan mata uang digital atau cryptocurrency bernama "petro".

Berbeda dengan cryptocurrency lain yang tidak memiliki aset pokok (underlying asset), petro akan ditopang oleh aset berupa 5,3 miliar barel minyak senilai US$ 267 miliar, ditambah cadangan emas, gas, dan berlian.

Langkah dramatis ini terpaksa dilakukan karena mata uang Venezuela, bolivar, dianggap sudah tidak berharga lagi. Venezuela memasuki krisis ekonomi sejak 2012 akibat jatuhnya harga minyak dunia, komoditas ekspor utama Venezuela.

Hiperinflasi yang tidak terkendali membuat nilai tukar bolivar melemah hingga 97,5 persen terhadap dolar. Orang-orang tidak lagi mau menerima bolivar sebagai alat pembayaran. Banyak restauran dan tempat-tempat perbelanjaan, bahkan rumah sakit yang hanya mau menerima dolar.

Presiden Maduro mengatakan bahwa dokumen pembentukan petro sudah dibuat. Blok Ayacucho akan menjadi aset penjamin petro, demikian pula dengan cadangan emas Arco Minero. "Tiap 1 petro akan ditopang oleh harga satu barel minyak," kata Maduro.

Venezuela juga akan membentuk lembaga pengawas bernama Cryptocurrency Superintendency and the National Blockchain Observatory. Detil lebih lanjut mengenai mekanisme petro masih samar-samar tetapi Maduro mengatakan bahwa petro akan diluncurkan Januari ini.

Langkah ini diragukan akan menyelamatkan perekonomian Venezuela serta merta, tetapi pemerintah Venezuela berharap langkah "nekad" ini mampu mengurangi dampak krisis dan membantu membayar utang.