Bitcoin Anjlok Paniker makin banyak yang beli baigon - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bitcoin Anjlok Paniker makin banyak yang beli baigon

Awal 2018, menjadi ujian bagi mata uang digital Bitcoin. Nilai tukar Bitcoin menunjukkan tren menurun.

Perkembangan Bitcoin dan mata uang digital lainnya disambut dengan kecemasan.

Menurut pantauan, dilansir laman Express, Selasa 6 Februari 2018, pada Senin siang, 5 Februari 2018, pukul 11.00, nilai tukar Bitcoin berada pada level US$7.700, sedangkan sejam kemudian nilai tukarnya menurun enam persen menjadi US$$7.612.

Penurunan ini terjadi, karena beberapa faktor. Di antaranya, beberapa bank dan negara menetapkan beberapa peraturan yang merugikan para pengguna mata uang digital Bitcoin.

Salah satunya karena Bank asal Inggris, Lloyd menolak transaksi sembilan juta pelanggannya yang memanfaatkan Bitcoin melalui kartu kredit.

Tidak hanya di Lloyd, beberapa bank juga menetapkan kebijakan yang sama seperti Bank of Scotland, Halifax, firma sekuritas JP Morgan Chase&Co, dan Citigroup.

Sementara itu, di China, kabarnya menggunakan firewall untuk membuat masyarakatnya tidak bisa mengakses situs yang menawarkan layanan penukaran cryptocurrency, atau pembelian koin mata uang digital (Initial Coin Offering/ICO).

"Transaksi internasional dan penghindaran peraturan (untuk Bitcoin) masih dilakukan. Namun, risiko masih ada, dengan ada pula kegiatan ilegal dan penipuan hingga sistem penjualan secara piramida," ujar salah satu sumber dari Bank Sentral di China.

Selain itu, di India, juga berusaha perbankan mengetatkan regulasi mengenai Bitcoin. Sekretaris Pemerintah India Bagian Ekonomi, SC Garg menyatakan, pemerintah akan membuat regulasi mengenai transaksi cryptocurrency agar lebih mudah diawasi. Pembicaraan mengenai regulasi ini sedang berjalan dan diharapkan bisa selesai pada 31 Maret 2018.
close