Fakta Menarik Khusus Astronot - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Menarik Khusus Astronot

Menarik ketika kita berbicara mengenai astonot, roket, galaksi, dan yang lain sebagainya yang berhubungan dengan luar angkasa. Mungkin sebagian besar diantara kita akan mengatakan Neil Amstrong jika ditanya siapa salah seorang yang paling berjasa dalam bidang ini. Tak salah memang menunjuk Neil Amstrong sebagai salah satunya, karena memang NASA mengklaim dia sebagai manusia pertama yang berhasil menginjakkan kaki di bulan. Tapi tahukah kalian tentang Paul C. Fisher? Dia juga salah seorang yang ikut andil dalam perkembangan bidang antariksa.

Mungkin ini bisa dilihat seperti Thomas Alva Edison yang lebih dikenal ketimbang Alessandro Volta dalam perkembangan bola lampu. Keduanya merupakan ilmuwan besar tapi Thomas Alva Edison lebih dikenal sebagai penemu bola lampu karena ia memiliki paten tersebut. Thomas Alva Edison lebih dikenal sebagai actor utamanya dalam sejarah ini. Hal ini seperti Neil Amstrong yang lebih popular sebagai actor utamanya karena memiliki cap sebagai manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan ketimbang Paul C. Fisher.

Paul C. Fisher dikenal sebagai pendiri dari perusahaan bernama Fisher Space Pen. Perusahaan ini berfokus pada pembuatan pena. Sebuah pena revolusioner yang dapat digunakan oleh astronot ketika berada diluar angkasa. Paul C. Fisher ini begitu berani menginvestasikan dana lebih dari 1 juta dollar dari sakunya untuk pengembangan produk penanya. Pada tahun 1966, ia berhasil mematenkan produk pena yang bernama AG7 Anti-Gravity Pen. Pena ini kemudian diuji coba oleh NASA, dan mulai digunakan oleh para astronot NASA sejak misi Apollo 7 tahun 1968.

Sebelum adanya pena ini, para astronot dari NASA maupun Rusia menyadari bahwa pena/bolpoint biasa yang digunakan di bumi tidak dapat bekerja di luar angkasa(gravitasi nol) sehingga para ilmuwan menggunakan pensil untuk menulis saat di luar angkasa. Namun setelah beberapa waktu para ilmuwan pun mulai mengkhawatirkan efek yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan pensil. Para ilmuwan pun mulai menyadari bahaya yang dapat ditimbulkan akibat serpihan pensil dapat berakibat fatal. Serpihan pensil yang mengambang ini dikawatirkan dapat masuk dan merusak mesin yang ada pada space station, terhirup atau termakan oleh astronot, maupun karena graphite yang merupakan salah satu komponen dari pensil dapat terbakar dalam kondisi 100% oksigen. Sebagai reaksi dari kekawatiran ini, Paul C. Fisher pun berinisiatif membuat pena yang lebih aman untuk para astronot tanpa bantuan dana dari NASA.

Pena yang berhasil dikembangkan Paul C. Fisher ini tentunya memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan pena biasa yang digunakan di bumi. Paul C. Fisher mampu mengembangkan pena yang dapat bekerja dalam berbagai kondisi extreme. Mulai dari kondisi nol gravitasi, udara vakum, hingga dapat digunakan dalam temperature panas sampai 150 derajat Celcius dan tahan pada temperature dingin sampai -120 derajat Celcius.


Salah satu iklan produk pena dari Fisher Space Pen yang diklaim dapat digunakan sampai 100 tahun dan dapat digunakan secara terbalik.

Pena yang berhasil dibuat oleh Paul C. Fisher ini di desain agar udara tidak dapat masuk ke dalam pena. Di dalam pena ini terdapat tinta thixotropic, gas nitrogen, dan material tungsten carbide sebagai ujung pena. Pena ini menggunakan gas nitrogen bertekanan untuk mendorong tinta thixotropic saat digunakan sehingga pena ini mampu digunakan meskipun dalam kondisi nol gravity. Dibagian ujung pena terdapat bola seperti pada bolpoin biasa yang terbuat dari tungsten carbine yang keras untuk mengalirkan tinta dan menahan tinta agar tidak bocor.