Pengguna Bitcoin di Indonesia Turun 70 Persen - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengguna Bitcoin di Indonesia Turun 70 Persen




Bank Indonesia terus menyosialisasikan larangan pembayaran menggunakan cryptocurrency seperti Bitcoin. Sejak larangan transaksi uang virtual currency dikeluarkan, jumlah pengguna Bitcoin berkurang drastis.

Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ida Nuryanti mengatakan pengguna Bitcoin di Indonesia tinggal 30 persen dari sebelum larangan keluar..

"Dari satu juta pengguna Bitcoin yang aktif sekarang hanya tinggal 300 ribu pengguna. Sementara nilai Bitcoin sekarang Rp120 juta per Bitcoin," kata dia usai jadi pembicara Digital Ekonomi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Semarang, Rabu, 5 April 2018.

Dia melihat transaksi Bitcoin tidak transparan, tidak bisa di tracking, siapa pengirim dan penerima. BI pun berkoordinasi dengan penegak hukum untuk melindungi kepolisian dan mata uang Rupiah.




Transaksi Bitcoin rawan disalahgunakan. Dia mencontohkan, situs pornografi sudah menggunakan Bitcoin untuk jual beli video.

"Kalau kasus Bitcoin bisa dijerat undang undang mata uang. Kalau situs pornografi bisa Undang-undang ITE. Semua jasa penyelenggara jasa pembayaran dilarang menggunakan virtual currency," tandasnya.




Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman ingin ekonomi digital Indonesia terus maju. Tapi pembayaran menggunakan Bitcoin tidak dibenarkan

"Kita kasih tau masyarakat, virtual currency, khususnya Bitcoin, bukan pembayaran yang sah. Kita ingin masyarakat tahu, Bitcoin risikonya besar," tuturnya.

Karena bersifat anonim dan tidak terdeteksi. Bitcoin bisa disalahgunakan untuk pencucian uang, pembayaran bisnis ilegal atau pembiayaan terorisme