Memulai bisnis dengan modal 2 Juta - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memulai bisnis dengan modal 2 Juta

Memulai bisnis sendiri merupakan suatu impian bagi banyak orang. Hanya saja, bila kamu tertarik untuk memulai bisnis sendiri, kamu harus bersiap dengan segala risiko dan tantangan yang ada. Selain itu, kamu juga harus memiliki modal yang cukup untuk memulainya.

Seringkali, masalah inilah yang membuat orang menyerah bahkan di awal membangun bisnis itu sendiri. Padahal, sebenarnya dengan modal yang kecil saja, kamu sudah bisa memulai usahanya.

Artikel mengenai memulai bisnis sampingan dengan modal hanya Rp 2 juta menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.


Seringkali, masalah modal membuat orang menyerah bahkan di awal membangun bisnis itu sendiri. Padahal, sebenarnya dengan modal yang kecil saja, kamu sudah bisa memulai usahanya. Memang pahit awalnya. Tapi, kalau tak dicoba kamu tak akan tahu hasilnya.

Salah satu contoh bisnis yang bisa dijalani dengan modal kecil adalah parcel dan buket bunga.

Menyediakan hadiah yang spesial untuk orang terkasih di hari bahagia tentunya adalah hal yang wajib. Nah, daripada sibuk mencari ide dan tempat membelinya, lebih baik kamu buat sendiri. Jika hasilnya ternyata bagus, kamu bisa memulai usaha membuat parsel hadiah ataupun buket bunga.

Di tahun 2018, miliarder dari Negeri Bollywood menjadi orang terkaya di benua Asia, Jeff Bezos menggeser Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia, kekayaan bos Uniqlo meroket, dan bos Facebook kehilangan miliaran dolar.

Banyak yang terjadi tahun ini, termasuk perang dagang, tetapi tetap saja jumlah miliarder meningkat. Ini pun tak terlepas dari perkembangan inovasi di dunia teknologi yang membuat penggawa sektor tersebut makin tajir.

Miliarder dari 5 negara berikut semakin bertambah di tahun ini. Amerika Serikat (AS) menjadi negara pertama yang memiliki miliarder terbanyak. Namun, kebanyakan miliarder ada di Asia.

Meski membanggakan diri sebagai negeri komunis, nyatanya kapitalisme memberikan untung besar pada China. Ini dibuktikan lewat makin banyaknya miliarder di Negeri Tirai Bambu yang berasal dari kalangan swasta.

Menurut laporan UBS dan PwC tahun 2018, jumlah miliarder di Tiongkok meningkat drastis. Pada akhir 2017, ada 373 miliarder di China. 97 persen di antara mereka adalah entrepreneur.

"Lebih dari dua miliarder China dicetak tiap minggunya," tulis laporan UBS dan PwC