Cara Bisnis Nabi Muhammad SAW - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Bisnis Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW terkenal sebagai pebisnis sukses yang terpercaya dan jujur. Tidak hanya di kalangan Kota Makkah namun hingga ke Negeri lainnya.

Konsep harga yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW tidak diperbolehkannya pembatasan harga komoditi. Hal ini dilakukan di masa Nabi Muhammad SAW merupakan cerminan pemikiran yang mewakili konsep Pricing. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu”. (HR. Bukhari, dari Abdullah bin Umar Ra.)


Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, terbitan Madani Prima, Jumat (17/5/2019), konsep persaingan yang sehat dalam menentukan harga sudah ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW. The war of price (perang harga) tidak diperkenankan karena bisa menjadi bumerang bagi para penjual.

Secara tidak langsung Nabi Muhammad SAW menyuruh kita untuk tidak bersaing di price tetapi bersaing dalam hal lain seperti quality (kualitas), delivery (layanan) dan value added (nilai tambah).

Nabi Muhammad SAW yang hidup pada abad ke 7 masehi sudah mencanangkan sebuah kewajiban bagi pengusaha untuk tidak membingungkan konsumen.

Dia memerintahkan pada para pengusaha untuk tegas dalam menentukan harga. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Penjual harus tegas terhadap timbangan dan takaran”.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Menukar emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam. Apabila barang yang ditukar itu berlainan jenis lakukanlah sesukamu asal tunai.”

Dalam melakukan jual beli, price harus sesuai dengan nilai suatu barang. Hal ini pada akhirnya akan menguntungkan pihak pengusaha karena kepercayaan konsumen akan dapat diraih dengan sendirinya.