Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli kendaraan - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli kendaraan

Kalau kamu tinggal di kota-kota besar, kamu pasti merasakan kalau kebutuhan akan gaya hidup mewah itu sangat tinggi. Banyak orang rela berutang sana-sini demi terlihat kaya raya. Misalnya, membeli hape-hape flagship berharga belasan juta secara kredit. Atau membeli mobil (lagi-lagi dengan kredit) supaya gengsi di pergaulan lebih meningkat.

Kalau gajinya udah dua digit sih nggak masalah, ya. Hanya saja, kalau gaji masih belum jauh-jauh dari UMR, mending tahan deh nafsu untuk membeli segala hal yang diinginkan. Gunakan penghasilanmu untuk sesuatu yang memang penting, bukan kepada benda-benda tersier doang. Nih, ada sedikit saran dari orang yang beneran kaya mengenai cara mengelola kekayaan.

mengisahkan mengenai temannya yang sebenarnya sudah sangat mapan secara finansial. Namun, di kehidupan sehari-harinya pria ini lebih memilih hidup sederhana. Dia malah sering banget membeli benda-benda bekas. Misalnya, smartphone, kendaraan, dll. Ada beberapa alasan kenapa dia melakukan hal tersebut.

Yang pertama, pria ini tidak mau menghamburkan uang untuk sebuah benda yang bakalan mengalami penurunan atau penyusutan nilai. Misalnya begini, kalau kamu membeli motor secara kredit, kamu pasti akan membayar lebih tinggi dari harga OTR. Kalau harga jual cashnya adalah Rp 30 juta, kamu bisa membayar hingga Rp 40 juta kalau membeli secara kredit.

Membayarnya secara cash juga tidak lebih. Kenapa? Karena kalau kamu menjual motor itu pasti nilainya akan berkurang. Mungkin kamu cuma bisa mendapat harga Rp 20 juta - Rp 25 juta kalau dijual kembali. Inilah yang namanya penyusutan nilai, yaitu suatu barang yang makin lama harganya makin jatuh. Jadi, untuk pria ini mending beli motor bekas aja langsung, biar gak rugi-rugi amat.

Sementara, untuk benda-benda yang mengalami peningkatan nilai, dia tidak segan menggelontorkan banyak uang. Misalnya membeli tanah, membeli properti, atau berinvestasi di reksadana dan pasar saham. Karena, dia tau bahwa harga benda-benda ini akan terus meningkat dari waktu ke waktu dan akan mendatangkan keuntungan besar suatu saat nanti.

Selain itu, pria ini juga tidak mau menjalani gaya hidup mewah karena males meladeni orang yang hendak berutang. Tau sendiri deh kalau uang kita banyak, ada aja orang yang pura-pura baik demi bisa minjem uang. Abis itu, giliran ditagih malah ngamuk-ngamuk. Kan kesel. Jadi, kalau kamu pengen punya kondisi keuangan yang stabil, nggak ada salahnya menerapkan kedua hal ini.

Lagian, untuk apa juga memaksakan diri menjalani gaya hidup mewah kalau memang kita tidak sanggup? Yang ada malah terjebak lilitan utang, stress, depresi, dan berpotensi bunuh diri. Bahaya, kan? Tapi, kalau kamu ada pendapat lain, silakan tulis di kolom komentar, ya.