Kebiasaan yang menyebabkan penyakit ginjal - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kebiasaan yang menyebabkan penyakit ginjal

Sudah banyak orang Indonesia yang kena penyakit ginjal. Dan penyakit ini termasuk yang paling banyak mengeluarkan biaya.

Berdasarkan keterangan dari Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam tirto.id (24/10/18), penyakit ginjal menghabiskan dana BPJS terbesar kedua setelah jantung. Nilainya sebesar 3,4 triliun. Gila banget ya.


Mesin cuci darah (sumber : hub.jhu.edu)
Kalau kamu termasuk yang ogah kena penyakit ginjal, sebaiknya hindari kebiasaan ini karena bisa meningkatkan risiko terkena ginjal. Berikut penjelasan Dr. Leslie Spry, M.D., FACP, dari National Kidney Foundation yang dimuat dalam klikdokter.com (20/05/18).

1. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula


Meski makanan dan minuman tinggi gula sangat manis dan enak rasanya, tapi tidak manis dampaknya. Kelebihan konsumsi gula bisa mengakibatkan kelebihan berat badan dan diabetes.


Menurut data Indonesian Renal Registry tahun 2010, sebanyak 25 persen penyakit ginjal disebabkan diabetes. Karena itu dengan mengurangi konsumsi makanan atau minuman tinggi gula bisa mengurangi risiko diabetes sekaligus risiko terkena penyakit ginjal.

2. Mengonsumsi makanan tinggi sodium

Makanan asin seperti keripik, makanan kaleng, daging olahan (sosis, nugget, dan lain-lain), kecap, atau makanan instan yang mengandung MSG menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, bisa meningkatkan kadar sodium dalam urine.

Sodium yang berlebihan menyebabkan penyerapan kalsium terhambat sehingga menumpuk di dalam ginjal. Hal ini bisa menyebabkan batu ginjal.

Selain itu, sering konsumsi makanan asin menyebabkan memaksa ginjal bekerja keras untuk mengeluarkan kelebihan garam tersebut. Jika ini terus terjadi, ginjal bisa rusak dan menyebabkan gagal ginjal.

3. Merokok

Banyak penelitian yang membahas dampak buruk merokok. Tapi karena hal ini sudah jadi kebiasaan banyak orang, tak hanya di Indonesia tapi juga dunia, banyak hasil penelitian itu malah diperdebatkan.

Biasanya kalimat sakti yang dilontarkan para perokok adalah ‘mbah anu merokok tapi sampai sekarang umurnya 90 tahun sehat-sehat saja’. Padahal tidak ada pemeriksaan medis yang bisa membuktikan bahwa memang mbah anu ‘sehat’.

Menurut National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse, AS, ginjal para perokok memiliki kadar MAO-B lebih rendah dibanding mereka yang bukan perokok. MAO-B atau monoamine oxidase B merupakan enzim yang penting dalam meningkatkan kesehatan tubuh. Karena itulah berdasarkan penelitian ditemukan bahwa kebiasaan merokok ini bisa meningkatkan risiko terkena kanker ginjal dan penyakit ginjal lainnya.

Selain itu berdasarkan beberapa studi, orang yang merokok lebih cenderung ditemukan protein dalam urine-nya. Adanya protein pada urine merupakan indikasi kerusakan ginjal.

4. Kurang minum air putih

Meski sepele, nyatanya banyak orang yang kurang minum air putih akibat terlalu sibuk. Padahal menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, kurang minum membuat ginjal harus bekerja lebih keras dalam menyaring racun dan fungsi lainnya. Akibatnya lebih berisiko terkena infeksi saluran kemih, batu ginjal, hingga yang paling ditakutkan, gagal ginjal.

Itulah beberapa kebiasaan yang harus dihindari jika ingin ginjal tetap sehat dan gak mau kena penyakit ginjal. Semoga bermanfaat.