Jembatan Ampera Sumatra selatan - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jembatan Ampera Sumatra selatan

kobumnews terdepan terpercaya membangun bangsa


Jembatan Ampera Sumatra selatan


Dulunya Jembatan Ampera bernama Jembatan Bung Karno, pemberian nama Bung Karno merupakan sebuah bentuk penghargaan. Kemudian pada tahun 1966 terjadi penggantian nama menjadi Jembatan Ampera di saat pergolakan politik di Indonesia. Jembatan Ampera berada di tengah pusat kota yang menghubungkan daerah seberang Ulu dan seberang IIir.

Di kawasannya terkenal akan kuliner khas Palembang yang sangat popular dan Jembatan Ampera menjadi semacam Ikon atau lambang kota. Pada awalnya begian tengah badan Jembatan Ampera bisa dikontrol naik turun,  mengingat pada masa itu Sungai Musi merupakan jalur utama perdagangan melalui jalur laut. Seiring berkebangannya kota Palembang, naik turun jembatan kini sudah tidak dioperasikan lagi.

Keindahan akan terlihat mempesona di saat waktu malam hari, jembatan ini akan di hiasi lampu-lampu berwarna-warni yang sangat terang dan memancar ke segala arah. Di atas jembatan pengujung dapat melihat rumah apung atau rumah sakit yang menjadi rumah khasnya Kota Palembang. Lebih asiknya lagi jika Kamu datang di saat di adakannya festival air di Sungai Musi yaitu lomba perahu, lomba menyeberang sungai dan kontes menghias perahu.

Keunggulan

Kota Palembang, Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan sejarah budaya di Indonesia. Jalan-jalan ke Kota Palembang pastilah terasa tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Jembatan Ampera yang membentang di atas Sungai Musi yang indah.

Keindahan Jembatan Ampera dan Sungai Musi, PalembangSungai Musi tidak bisa dipisahkan dari Jembatan Ampera dan Sumatera Selatan. Sungai Musi dan Jembatan Ampera menjadi salah satu kebanggaan Sumatera Selatan. Sungai Musi adalah sungai terpanjang di Pulau Sumatera, panjangnya mencapai 750 Km dengan lebar 500 Meter. Sungai yang membelah Provinsi Sumatera Selatan dari Timur ke Barat ini bercabang-cabang. Sungai Musi memiliki delapan anak sungai besar yaitu, Sungai Komering, Sungai Leko, Sungai Rawas, Sungai Lakitan, Sungai Kelingi, Sungai Lematang, Sungai Semangus dan Sungai Ogan.

Apabila Anda ingin melihat keindahan dari Jembatan Ampera ini adalah di waktu malam hari karena di waktu itulah jembatan ini selalu dihiasi dengan lampu-lampu yang warna-warni dan sangat terang serta memancar ke segala arah. Arah sinar dari lampu yang memancar itu tidak hanya menyamping, tetapi menjulang ke atas langit. Keindahan ini tampak lebih sempurna karena teknik pencahayaan yang digunakan ditata secara khusus, sehingga kemegahan jembatan ini semakin terlihat sempurna. Di atas Sungai Musi, pengunjung bisa melihat secara langsung rumah apung atau yang lebih terkenal dengan sebutan rumah sakit yang menjadi rumah khasnya Palembang. Lebih seru lagi, jika Anda datang pada saat  diadakannya festival air di Sungai Musi. Biasanya acara yang digelar adalah perlombaan perahu, kontes menghias perahu, dan perlombaan menyeberang sungai

Kekurangan

Namun untuk berfoto Anda juga harus sedikir bersabar agar hasil foto tak "bocor". Pasalnya lokasi ini cukup banyak dikunjungi wisatawan. Jadi carilah spot terbaik yang membuat foto Anda benar-benar terlihat ekslusif.

Fasilitas dan Akomodas

Apabila berasal dari luar Kota Palembang, jangan khawatir, karena di kota ini terdapat berbagai macam penginapan, mulai dari hotel berbintang sampai hotel kelas melati. Anda juga tidak perlu khawatir dengan sajian kulinernya, sebab sambil menikmati nuansa Sungai Musi dan Jembatan Ampera ini banyak pedagang makanan yang menjajakan makanan yang cukup lezat, seperti pempek, mie celor, model, bakso, mie ayam dan lain-lain.



Cindera Mata

Pempek Candy

Kalau toko satu ini toko yang tidak boleh dilewatkan bagi mereka penggemar dan pemburu pempek. Memang banyak sekali toko yang menjual pempek karena makanan khas Palembang ini sudah menjadi oleh-oleh wajib dari kota tersebut. Tapi dari sekian banyak toko, Toko Candy ialah toko yang paling ramai dikunjungi para wisatawan. Bagi Anda yang ingin mampir, bisa langsung saja ke Toko Candy yang beralamat di Jl. Jenderal Sudirman No. 21.

Toko Candy menyediakan beragam varian pempek yang bisa dibawa pulang. Contohnya ialah pempek adaan, pempek telur kecil, pempek telur besar, pempek lenjer panjang, dan pempek kulit. Selain menjual pempek, Toko Candy juga menjajakan makanan khas Palembang lainnya seperti tekwan, model dan aneka pindang. Pempek dijual dengan harga mulai dari Rp 3.000 per buah, tekwan dan model Rp 12.000 per mangkuk, sedangkan pindang-pindangan berkisar antara Rp. 25.000 - Rp. 32.500 per buahnya.

Selain karena kelengkapan ragam pempek yang ditawarkan, para pengunjung juga bisa langsung menikmati sedapnya olahan ikan tenggiri itu di tempat. Dan bagi Anda yang tak sempat mencicipi serta tergesa-gesa, jangan khawatir karena pempek yang dijual di Toko Candy bisa dibawa pulang dan bertahan hingga 1 minggu di dalam freezer, atau hanya 2 hari jika tidak ditaruh dalam freezer.