Tips Buat Millennial untuk Nikmati Hidup Tanpa Mengandalkan Gaji - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Buat Millennial untuk Nikmati Hidup Tanpa Mengandalkan Gaji

Bagi sebagian orang, gaji menjadi andalan untuk memenuhi berbagai kebutuhan setiap bulannya. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan hidup juga terus meningkat.

Bagi sebagian besar millennial, kebutuhan hidup yang terus meningkat itu tidak diimbangi dengan gaya hidup mereka. Kegiatan seperti 'nongkrong' maupun menikmati kuliner tren kekinian seolah menjadi hal yang tidak terelakkan.

Gaya hidup tersebut tidak akan bisa terpenuhi jika hanya mengandalkan gaji setiap bulan. Para millennial perlu mencari penghasilan tambahan alias passive income. Bagaimana caranya? Property Investor and Developer, Qualified Wealth Planner, Kennedy Handerson membagikan tipsnya.

1. Beli saham


Pria yang akrab disapa Ken itu menilai millennial bisa menyisihkan gajinya untuk membeli aset seperti saham atau aset lainnya agar bisa mendapatkan penghasilan pasif. Menurut dia, membeli saham bisa dimulai dengan nominal yang kecil.

"Kalau punya income per bulan, coba beli aset supaya punya passive income. Awalnya rendah, tapi coba beli lagi, kerja dapat income beli aset lagi, beli terus supaya dapat passive income," ujarnya dalam seminar Gatherich di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Sabtu (3/8).

2. Kontrol konsumsi, belajar investasi


Selain itu, Ken juga menyarankan agar millennial mampu mengontrol emosinya saat membeli barang. Sebab, tak jarang millennial menjadi konsumtif karena mengikuti emosi semata. Ketimbang untuk membeli barang, dia menyarankan millennial mulai berpikir untuk berinvestasi untuk masa depan.

"Kalau merasa punya uang lebih, orang cenderung beli barang mahal. Kenapa? Karena emosional semata. Coba ditahan dulu, naikkin lagi asetnya. Belajar investasi," tambahnya.

3. Jangan konsumtif


Terakhir, Ken menyarankan agar millennial tidak konsumtif. Sebab, seringkali ketika pendapatan ikut meningkat, perilaku konsumtif menjadi tidak terkendali. Alangkah baiknya, kata Ken, millennial mulai belajar mengelola keuangan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

"Kekurangan sering kali bukan masalah yang utama. Finansial ada, income gaji ada bulanan, tapi dia masih kekurangan. Kalau kebiasaan seperti itu, berapapun jumlah gajinya bakal kekurangan. Uangnya bertaburan untuk hal-hal konsumtif," tandasnya.