11 Cara Atur Uang Lebih Cerdas di Tahun Baru - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

11 Cara Atur Uang Lebih Cerdas di Tahun Baru

Di tahun baru, tentunya Anda berharap segala sesuatunya menjadi lebih baik, termasuk dari segi finansial.
Bebas utang, bisa menabung dengan cukup, sekaligus punya dana untuk (sedikit) berfoya-foya.

Tip atur uang lebih cerdas di tahun baru ini bisa Anda coba. Selamat datang masa depan cerah, he he he....

1. Miliki tujuan keuangan

Mumpung di awal tahun, yuk, mulai rencanakan tujuan keuangan yang ingin dicapai. Misal, Anda ingin memiliki dana bisnis atau dana pernikahan. Sisihkan, deh, dana tersebut tiap awal bulan sehingga Anda akan terus semangat menabung.

2. Menabung di awal bulan

Jika tahun lalu Anda baru menabung ketika ada sisa gaji, tahun ini cobalah langsung menabung ketika gajian—minimal 10%. Anda harus belajar bertahan hidup dari 90% gaji yang diterima. Tabungan ini bisa untuk berbagai fungsi, termasuk dana darurat yang wajib dipenuhi.

Dengan begitu, Anda tetap memiliki dana di saat genting, seperti ketika kena PHK atau jatuh sakit. Total dana darurat harus tiga kali lipat gaji bagi yang single dan enam kali lipat gaji bagi Anda yang sudah menikah.

3. Catat tiap transaksi

Tanpa perencanaan keuangan, gaji Anda—sebesar apa pun itu—akan terancam lenyap tanpa bekas.

Mulailah mendata pengeluaran sehari-hari untuk mengetahui porsi terbesar dari pengeluaran bulanan. Ini merupakan langkah awal untuk menuju keuangan sehat.

4. Buat bujet

Setelah tahu ke mana saja ‘larinya’ uang Anda, buatlah rencana keuangan dan bagi gaji menjadi beberapa pos; mulai dari pos belanja kebutuhan sehari-hari, pos cicilan, hingga pos tabungan atau investasi. Anda pun bisa mengontrol dana yang masuk maupun keluar.

Target Anda: Penghasilan = pengeluaran. Jika defisit, lakukan beberapa penyesuaian terkait pada pos yang memiliki pengeluaran terbesar.

Jika biaya nongkrong cukup tinggi, misalnya, maka di tahun ini Anda harus bisa nongkrong hemat, he he he. Begitu juga biaya terkait transportasi—pilih yang lebih hemat dan nyaman.

5. Hapus utang

Asyiknya punya kartu kredit, tuh, memberi Anda kemudahan untuk bertransaksi. Sayangnya, nih, banyak di antara Anda yang kebablasan main gesek tanpa menyadari kemampuan membayar begitu tagihan tiba. Hasilnya, berutang, deh.
Sebelum bertransaksi, pastikan dulu Anda memiliki dana untuk membayar tagihan agar tidak terjerat utang. Atau, jangan gunakan kartu kredit Anda.

6. Bayar lunas

Ketika tagihan kartu kredit tiba, jangan hanya melunasi pembayaran minimum. Usahakan membayar seluruh tagihan agar Anda tidak dikenakan bunga.
Ingat, kartu kredit bukan tambahan uang, melainkan utang! Jika dihitung-hitung, bunganya bisa untuk beli barang incaran—sayang, kan!
Apa lagi cara mengatur uang yang lebih cerdas?

7. Kurangi kartu kredit

Kartu kredit memang diperlukan, terutama untuk kondisi darurat. Namun sebaiknya, nih, cukup punya satu kartu. Sayang, kan, jika Anda harus membayar biaya bulanan dari berbagai kartu kredit tersebut.
Gunakan untuk hal-hal penting, seperti membayar biaya RS atau mentraktir ortu ultah di resto yang memberikan promo kartu kredit.

8. Bijak belanja

Jika terbukti Anda boros untuk hal-hal tak wajib, misalnya belanja aksesori, artinya Anda harus mulai mengetatkan ikat pinggang. Bedakan kebutuhan dan keinginan.

Kalau memang butuh, barulah buka aplikasi e-commerce atau pergi ke mal. Misal, beli baju untuk menghadiri event kantor yang mewajibkan Anda memakai dress code tertentu, atau keperluan anak.

9. Manfaatkan promo

Yap, jika Anda memiliki kartu kredit atau debit bank tertentu, manfaatkan promo yang ada untuk membeli kebutuhan. Ketika harus membeli sepatu olahraga, pilih belanja di toko A yang memberikan diskon jika menggunakan kartu tersebut.
Tapi ingat, pastikan Anda membelinya karena butuh—tak sekadar ingin. Pastikan juga harga diskon tersebut memang lebih murah, dengan cara membandingkan harga di toko lain terlebih dulu.

10.Pentingnya asuransi

Kesehatan, tuh, mahal harganya. Jadi pastikan, deh, minimal Anda memiliki BPJS atau asuransi kesehatan lainnya.
Menyisihkan Rp60.000 tiap bulannya tak ada artinya jika dibandingkan harus membayar jutaan, bahkan puluhan juta, rupiah ketika sakit.

11.Berani investasi

Selain menabung di tabungan konvensional, ada baiknya Anda mulai berinvestasi untuk masa pensiun. Berhubung jangka panjang, Anda bisa pilih instrumen investasi yang memberikan return lebih tinggi. Sebelum berinvestasi, pahami dulu risiko yang akan muncul.
Investasi saham, misalnya, dapat memberikan return hingga 25% per tahun. Meski juga berisiko turun tajam, tak perlu cemas. Dalam 10 tahun terakhir, terbukti saham tetap memberikan return di atas deposito bank walau sempat naik-turun.
Kalau belum berani bermain saham, Anda bisa berinvestasi reksa dana dan membelinya melalui manajer investasi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan ragu pilih fasilitas autodebet agar dana tersimpan tiap bulannya.
close