Aplikasi porno Langganan Berbayar terkini - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Aplikasi porno Langganan Berbayar terkini

Di luar negeri sana ada perempuan  berumur 18 tahun bernama Dolly yang bekerja membuat konten porno amatir, dan berhasil meraup untung sebesar USD 10 per orang. Dari hasil dia menggunakan media sosial khusus yang bernama OnlyFans untuk memposting video khusus untuk fansnya.

Seperti rekannya lainnya di dunia konten seksual online, Dolly sedang mencoba mulai mengubah media sosialnya menjadi basis langgan berbayar.

Saat ini mereka menggunakan Twitter, Instagram milik Facebook dan Snapchat untuk mempromosikan penawaran langganan konten mereka di situs-situs seperti OnlyFans, Fancentro dan Patreon, di mana mereka dapat membebankan biaya berlangganan untuk melihat konten porno yang mereka buat sendiri.

Dalam industri pornografi online miliaran dolar per tahun mengalir ke situs web yang didukung oleh iklan dan langganan premium sebut saja Brazzer dan Pornhub menjadi salah satu web berbayar terlaris.  Melihat potensi itu dolly dan kawannya melihat celah yang sama dimana mereka mulai membuat konten seksual di media sosial langgan berbayar seperti OnlyFans.

Sama seperti musisi independen yang berusaha menghasilkan uang dengan pergi langsung menghibur penggemar mereka di SoundCloud and Bandcamp, dan para komedian beralih ke Stand-Up  Comedy untuk menjual pertunjukan langsung ke penonton tanpa agen atau perantara.

Sama ceritanya Dolly yang menjual kemolekan tubuhnya langsung ke para fansnya, tanpa rumah produksi, seperti ini gambaran industri porno yang mulai bebas dan bisa dilakukan siapa saja.

"Kamu bisa berbuat sesukamu, dan privasi kita bisa lebih aman," kata Dolly, yang tidak mengungkapkan nama aslinya, dalam sebuah wawancara dengan CNBC (16/9/2019).

Pasar media sosial premium masih dalam masa pertumbuhan yang jumlahnya  relatif masih sedikit.  Dolly mengatakan dia menghasilkan USD 500 hingga USar 1.000 dalam waktu sebulan. Sebagian dari pendapatannya datang melalui langganan bulanan USD 10 di OnlyFans, dimana ia membuat pornografi amatiran.

Dia juga mengenakan biaya USD 12 sebulan untuk Snapchat pribadinya (atau pembayaran USD 35 untuk akses tidak terbatas), di mana pengguna dapat bercakap dan meminta konten seks lain dengan dirinya.

Kemudian mereka juga memanfaatkan sistem penyimpanan cloud seperti dropbox bahkan google drive dimana mereka menjual konten porno via Twitter dimana untuk mendapatkan akses itu kita harus membayar kepada yang mempunyai akun.

Misalnya, Dolly mempromosikan apa yang ia sebut "Dolly's Disney Fund," di mana pelanggan dapat membayar antara USD 5 dan USD 100 untuk foto dan video yang akan ia bagikan pada perjalanannya di disney land.

Sebenarnya orang seperti dolly dapat membebankan biaya untuk konten mereka sejak awal media sosial terkenal. Namun situs-situs seperti OnlyFans dan Fancentro dapat menyediakan seperangkat alat dan sistem manajemen konten khusus (CMS) untuk membantu pembuat konten porno menjalankan bisnis mereka dengan segmentasi tertentu.

Kemudian situs tersebut juga menawarkan bagi hasil yang ringan antara sekitar 5% dan 25% dan sisanya untuk pembuat konten.

Goddes Tierra telah berkecimpung dalam bisnis porno online selama 13 tahun tanpa rumah produksi, dia mengatakan dirinya sangat kesulitan untuk berjalan sendiri karena keterbatasan pasa waktu itu.

Ketika dia mulai, dia harus belajar bagaimana kode dalam HTML dan membayar untuk layanan domain dan hosting untuk menjangkau pelanggannya.  Sekarang, itu semua datang dalam paket virtual seperti OnlyFans.

"Semuanya sangat mudah sekarang," kata Tierra, yang biasanya menghasilkan setidaknya USD 10.000 sebulan. "Anda hanya perlu tahu cara merek sendiri."

Dari pihak OnlyFans menyatakan bahwa mereka  memasarkan dirinya sebagai situs untuk semua jenis konten dan mengatakan kepada CNBC bahwa pornografi bukan yang diinginkan perusahaan. Tetapi pornografi jelas merupakan pasar yang  mendapat perhatian perusahaan. Sedangkan Fancentro hanya memikirkan target audiensnya tanpa memusingkan kontennya.

"Tidak ada sistem CMS berbasis web yang bisa mentargetkan konten apa untuk audiens, namun semua adalah tergantung apa yang diinginkan "ucap CEO Fancentro Stan Fiskin mengatakan kepada CNBC.

Di Fancentro sendiri, konten kreator sendiri yang menetapkan harga dan frekuensi langganan, membebankan biaya bulanan, triwulanan, semi-tahunan, atau tahunan. Setelah pengguna berlangganan, perusahaan menyambungkan  pelanggan ke akun Snapchat sang pembuat konren.

Situs web, yang mengambil potongan 25% pada transaksi. sekarang memiliki perusahaan itu  15.000 model aktif, naik dari 6.000 pada Juli 2018, meskipun tidak mengungkapkan ukuran basis penggunanya. Banyak model di Fancentror menghasilkan hanya beberapa ratus dolar setahun.

"Tetapi selama tahun lalu, lebih dari 10 model menghasilkan lebih dari USD 1 juta pendapatan di situs," kata Fiskin

Sumber : akurat.co