Ciri - ciri Pria Mania sex ( pria cabul ) - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ciri - ciri Pria Mania sex ( pria cabul )

Hubungan seks sangat penting dalam keharmonisan rumah tangga. Tak hanya itu, berhubungan intim dengan pasangan juga bisa menghilangkan stres.

Dilansir dari hellosehat.com (12/01/19) dan sudah direview oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum, saat berhubungan intim, tubuh akan melepaskan hormon kebahagiaan yang bisa menghilangkan stres dalam sekejap.

Namun hati-hati, seks juga bisa menyebabkan orang kecanduan. Kecanduan seks atau yang disebut dengan hiperseksual adalah gangguan yang membuat seseorang memikirkan atau melakukan tindakan seksual secara terus-menerus, meningkat, dan berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.


Ada beberapa tanda kecanduan seks pada pria yang perlu diwaspadai.


1. Sering masturbasi

Masturbasi memang bisa jadi salah satu cara menyalurkan hasrat seksual. Apalagi buat yang sedang berpisah dengan pasangan. Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika masturbasi ini sudah jadi berlebihan.

Sampai-sampai melalaikan tugasnya sehari-hari. Jika sudah seperti itu, artinya sudah mengalami kecanduan karena sudah tidak bisa lagi berpikir jernih dan hanya mementingkan pemenuhan nafsu seksual.

2. Cemas berlebihan jika tidak melakukan seks

Dalam wawancara kepada Medical Daily, Dr. Tina Tessina, seorang psikoterapis mengungkapkan bahwa orang yang sudah mengalami kecanduan seks biasanya akan cemas dan putus asa ketika tidak mampu menyalurkan hasrat seksualnya meski cuma sehari.

3. Suka bereksplorasi


Orang yang sudah kecanduan seks tidak puas dengan cara berhubungan seks yang itu-itu saja. Ia akan selalu bereksplorasi demi pemenuhan hasrat seksualnya.

Bisa dengan seks lewat telepon atau chatting, seks online di komputer (cybersex), atau bahkan dengan bangga memperlihatkan alat kelaminnya di depan banyak orang (eksibisionisme).

Meskipun terkesan sangat parah, tapi orang yang kecanduan seks masih bisa disembuhkan. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari klikdokter.com (15/10/19), salah satunya dengan melakukan konsultasi dan psikoterapi di dokter spesialis kejiwaan maupun psikolog.

Jika dirasakan perlu, dokter juga bisa memberi pasien obat-obatan demi meredakan cemas atau depresi yang biasa menyertai penderita gangguan hiperseksual.