Fakta Menarik Petani Milenial Omzet Capai Rp800 Juta! - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Menarik Petani Milenial Omzet Capai Rp800 Juta!

Pekerjaan sebagai seorang petani semakin hari semakin tergerus keberadaannya. Bahkan, dari generasi milenial, peminat pekerjaan ini pun semakin sedikit jumlahnya. Namun, tidak bagi seorang Sandi Octa Susila yang tak hanya menjadi petani tetapi telah menjadi seorang Agripreneur sukses.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik tentang Sandi Octa Susila, pemilik perusahaan Mitra Tani Parahyangan

1. Memulai usaha tanpa sepengetahuan orang tua


Instagram/sandioctas
Kang Sandi, sapaan Sandi Octa Susila, memulai usahanya pada tahun 2015 ketika dirinya masih kuliah S1 Agronomi dan Hortikultura IPB (Institut Pertanian Bogor), tepatnya pada saat semester 5. Berbekal ilmu yang didapat semasa kuliah, Sandi membulatkan tekad mendirikan perusahaan pertaniannya. Bahkan, usaha tersebut awalnya tidak diketahui oleh kedua orang tuanya. Ketika itu, ayahnya ingin Sandi bekerja sebagai seorang cendekiawan.

2. Hasil panen kebun yang tidak diperjualbelikan secara maksimal


Instagram/sandioctas
Usaha tersebut bukanlah pilihan sesaatnya saja namun juga didukung dengan kondisi di sekitar Sandi. Dirinya melihat banyak hasil panen yang tidak diperjualbelikan dengan maksimal. Keadaan tersebut dilihatnya dengan jelas karena ketika itu, ayahnya bekerja sebagai seorang petani di kampung halamannya. Dari situlah Sandi tertarik memulai usahanya.

3. Berpartner dengan fast food


Instagram/sandioctas
Kedua orang tuanya tidak tahu bisnis yang dibangun oleh Sandi karena awalnya, pria berusia 26 tahun tersebut hanya mengambil beberapa hasil panen saja. Beberapa sayuran seperti wortel, selada, daun bawang, kentang, hingga beras didokumentasikannya satu persatu dan diperjualbelikan melalui website jual beli. Tak butuh waktu lama, usahanya yang diberi nama Mitra Tani Parahyangan berhasil mendapat klien pertama dari sebuah perusahaan cepat saji. Omzet awalnya sebesar Rp3 juta dengan keuntungan bersih mencapai Rp500 ribu per dua minggu.

4. Pernah rugi hingga Rp130 juta


Instagram/sandioctas
Setiap bisnis yang dijalani pasti akan mengalami naik turun. Di awal bisnisnya, Kang Sandi harus berjualan sendiri. Dirinya pernah merasakan kelelahan yang bertumpuk ketika tidak hanya merasa letih mengangkat dan mengantarkan barang tetapi juga menerima keluhan karena barang yang kurang sesuai dengan permintaan. Bahkan, pada bulan Agustus tahun 2015, pria asal Cianjur ini pernah mengalami kerugian hingga Rp130 juta karena ditipu oleh rekan bisnisnya.

5. Omzet capai Rp800 juta hingga ekspor ke Timur Tengah


Instagram/sandioctas
Kini, berbekal 500 item hortikultura dan 50 karyawan, usaha yang dirintis oleh Kang Sandi berhasil menjadi supplier utama untuk 25 hotel di wilayah Bogor. Omzetnya pun tak main-main, setiap bulannya Mitra Tani Parahyangan sanggup meraih omzet mulai dari Rp500 hingga Rp800 juta. Sedangkan, 500 item tersebut didapat dari lahan pribadi seluas 8 hektare dan lahan PTPN VIII seluas 94 hektare yang dikelola oleh para petani lokal. Tak hanya sebagai agripreneur, Kang Sandi juga menjadi pembina Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang terbuka bagi siapa saja. Bahkan, di akhir tahun lalu, MTP berencana akan ekspor komoditas sayuran mulai dari jengkol hingga daun singkong ke kawasan Timur Tengah, terutama Dubai.

Di tahun 2019, Sandi Octa Susila pernah dinobatkan sebagai salah satu "Duta Petani Milenial" oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Sumber: Akurat.com
close