Petani mengeluh harga rambutan murah - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Petani mengeluh harga rambutan murah

Kalangan petani yang berada di sekitaran, Sungai Dua, Terantang, Kabupaten Barito Kuala serta petani Sungai Biuku, dan Sungai Andai, Kota Banjarmasin, mengeluhkan murahnya harga rambutan di tingkat kebun atau dijual di kebun.

"Harga rambutan paling mahal Rp500,- per ikat (isi 10 biji), seperti jenis Antalagi, apalagi Sibatuk lebih murah lagi," kata seorang petani ibu Naijiah yang berkebun di Sungai Dua, Batola, Minggu.

Hal tersebut diutarakan Naijiah kepada anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) yang melakukan perjalanan susur sungai ke kawasan tersebut.

Menurut Naijiah, dengan harga semurah itu, sulit bagi petani untuk memperoleh keuntungan, padahal panen rambutan hanya setahun sekali, akibatnya banyak buah rambutan yang tidak diambil dan akhirnya busuk di atas pohon.

Petani rambutan sedang memanjat untuk memetik buah rambutan (Antaranews Kalsel/Hasan Z)

Menurutnya, bagaimana memberikan keuntungan dengan harga semurah itu untuk memperoleh uang Rp10 ribu harus mengambil buah rambutan di pohon lalu mengikatnya pakai tali satu per satu ikat, baru dapat 20 ikat atau 200 biji, baru dapat uang sebesar itu.

Maka pekerjaan memetik rambutan dinilai tidak memberikan hasil yang memadai, sehingga banyak pemilik kebun yang membiarkan buah rambutan berjatuhan atau busuk di atas pohon.

Makanya ia berharap bagaimana harga rambutan tersebut tidak semurah itu, agar memberikan gairah bagi petani setempat memelihara kebun, apalagi kebanyakan kebun yang dipelihara sekarang adalah hasil perkebunan orang tua, bahkan hasil peninggalan nenek datuk.

Oleh karena itu mereka berharap ada investor yang mendirikan industri kalengan buah rambutan, sehingga selain dijual di pasaran begitu saja ada pembeli dari industri pabrikan, tambahnya.

rambutan

Berdasarkan pemantauan, tahun ini produksi buah rambutan agak melimpah dan panennya merata, ada rambutan Garuda, rambutan Antalagi, rambutan Sibatuk, rambutan Sitimbul, rambutan Dangut, rambutan Gula batu dan beberapa jenis lagi.

FKH sendiri ke wilayah tersebut selain berwisata susur sungai sekaligus mengidentifikasi aneka tanaman di kawasan hutan dan perairan pasang surut wilayah itu, disamping mencari alternatif objek wisata baru bagi Banjarmasin.
close