Siapkan mental Anda berwisata di desa kete kesu dengan ke indahan kearifan lokalnya - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Siapkan mental Anda berwisata di desa kete kesu dengan ke indahan kearifan lokalnya




Kete Kesu adalah desa wisata di Tana Toraja yang berisi rumah adat Tongkonan dan kuburan di tebing batu. Di desa ini terdapat peninggalan purbakala berupa kubur batu yang diperkirakan berusia lebih dari 500 tahun. Desa ini masuk dalam kawasan cagar budaya dan juga pusat berbagai acara adat Toraja seperti Rambu Solo (pemakaman adat yang dilaksanakan dengan meriah). Rambu Tuka (upacara memasuki rumah adat baru) dan sebagainya.

Kete Tesu berada 5 km dari Rantepao dan mudah dijangkau. Biaya masuk Kete Tesu adalah Rp 10.000 per orang dan kamu sudah bisa melihat berbagai peninggalan sejarah Suku Toraja, berburu foto yang instagramable dan jika beruntung kamu bisa menyaksikan upacara adat yang biasanya diadakan megah di desa ini.


Kete Kesu adalah suatu desa wisata di kawasan Tana Toraja  yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakat dapat ditemukan di kawasan ini.[1] Di dalam Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih.[2] Di dalam kubur batu yang menyerupai sampan atau perahu tersebut, tersimpan sisa-sisa tengkorak dan tulang manusia. Hampir semua kubur batu diletakkan menggantung di tebing atau gua. Selain itu, di beberapa tempat juga terlihat kuburan megah milik bangsawan yang telah meninggal dunia

Terletak 4 km di bagian tenggara Rantepao, Kete Kesu terdiri dari padang rumput dan padi yang mengelilingi rumah adat Tana Toraja, yaitu Tongkonan.[3] Sebagian rumah adat yang terletak di desa ini diperkirakan berumur sekitar 300 tahun dan letakknya berhadapan dengan lumbung padi kecil.[4] Tidak hanya terdiri dari 6 Tongkonan dan 12 lumbung padi, Kete Kesu juga memiliki tanah seremonial yang dihiasi oleh 20 menhir.[5]Di dalam salah satu Tongkonan terdapat museum yang berisi koleksi benda adat kuno Toraja, mulai dari ukiran, senjata tajam, keramik, patung, kain dari Cina, dan bendera Merah Putih yang konon disebutkan merupakan bendera pertama yang dikibarkan di Toraja. Selain itu, di dalam museum ini juga terdapat pusat pelatihan pembuatan kerajinan dari bambu.[6] Masyarakat yang hidup di desa ini umumnya memiliki keahlian sebagai pemahat dan pelukis, sehingga selain sebagai objek wisata, tempat ini juga dimanfaatkan untuk menjual berbagai pahatan dan suvernir tradisional Toraja.[3][1]

Desa Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya dan pusat berbagai upacara adat Toraja yang meliputi pemakaman adat yang dirayakan dengan meriah (Rambu Solo), upacara memasuki rumah adat baru (Rambu Tuka), serta berbagai ritual adat lainnya.[4] Pada bulan Juni - Desember, berbagai upacara dan perayaat adat umumnya dilakukan oleh masyarakat sekita di lokasi ini.