Tindakan P3K Yang baik dan benar - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tindakan P3K Yang baik dan benar

Tindakan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) merupakan upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik.

Ada baiknya kamu mengetahui tindakan P3K sehingga jika dalam kondisi darurat seperti kecelakaan kamu dapat membantu orang lain atau bahkan diri kamu sendiri sebelum ditangani secara medis oleh dokter. Namun ada yang perlu kamu ketahui nih mengenai fakta tindakan P3K karena jika dilakukan tidak benar malah akan memperburuk kondisi korban.

Seperti dilansir dari brightside.me (12/2/2020) berikut lima tindakan yang keliru antara lain:

1. Mengobati Luka Bakar



Tindakan yang salah: Mencuci luka bakar dengan cairan peroksida. Cairan peroksida dapat menghancurkan sel jaringan ikat sehingga menyebabkan luka lebih lama sembuh. Yodium dan alkohol yang biasanya digunakan juga sebenarnya membakar jaringan kulit yang sehat. Efeknya korban akan merasakan syok dan sakit seperti terbakar.

Tindakan yang benar: Cuci terlebih dahulu luka bakar menggunakan air mineral lalu oleskan salep dengan antibiotik. Perban juga juga tidak perlu digunakan kecuali jika memang diperlukan. Luka yang dilapisi perban akan menyebabkan luka basah dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh.




2. Mengobati Mimisan




Tindakan yang salah: Jika kamu mengalami hal ini, jangan menghadap ke atas dengan tujuan untuk menghentikan aliran darah dari hidung. Karena tekanan darah di kepala kamu bisa meningkat. Tekanan darah yang meningkat pada kepala bisa berbahaya. Bisa juga menyebabkan darah masuk ke paru-paru atau menyebabkan muntah.

Tindakan yang benar: Pegang kepala kamu dengan tegak untuk mengurangi tekanan, oleskan kain atau tisu basa, lalu tutup dengan baik lubang hidung dengan jari dan kain atau tisu tadi selama 15 menit. Bernapaslah dengan dengan mulut dan jika pendarahan tidak berhenti panggil ambulans.

3. Pertolongan Saat Tenggelam







Referensi pihak ketiga

Tindakan yang salah: Kompresi jantung yang keliru dapat menyebabkan patah tulang rusuk dan kerusakan jantung serta paru-paru.

Tindakan yang benar: Kompresi jantung hanya boleh kamu lakukan jika korban tenggelam tersebut dipastikan tidak memiliki denyut nadi, tidak bernapas serta tidak ada petugas medis di sekitar kejadian. Jika kondisinya sudah pasti seperti yang sudah disebutkan, kamu bisa melakukan kompresi jantung dengan irama 100 per menit dan minta tolong orang lain untuk menelepon ambulans. Untuk nafas bantuan dari mulut ke mulut hanya bisa dilakukan saat jantung masih berfungsi. Kompresi jantung juga bisa dilakukan kepada korban bayi yaitu dengan menggunakan dua jari serta ritme yang lebih pelan.

4. Mengobati Sengatan Hewan Beracun




Tindakan yang salah: Kalo kamu kira dengan menyedot racun lewat mulut bisa mencegah penularan racun ke anggota tubuh lain itu salah besar. Bercampurnya racun dengan air liur bisa mempercepat penularan racun dan bisa mengakibatkan edema paru dan gagal jantung.

Tindakan yang benar: Jika tersengat hewan beracun berbaringlah sehingga area yang terkena sengatan berada di bawah jantung. Hal ini dilakukan agar racun tidak segera menyebar ke oragan dalam. Perbanyak minum air putih dan segera hubungi ambulans.

5. Pertolongan Saat Terjepit Pada Kecelakaan




Tindakan yang salah: Faktor kematian yang banyak terjadi pada kecelakaan disebabkan karena cedera leher dan tulang belakang. Sehingga jika kamu ingin menolong orang yang terjepit pada suatu kecelakaan harus memastikan kondisi korban sebelum memindahkan atau mengangkatnya dari mobil.

Tindakan yang benar: Jika seorang korban mengalami resiko trauma pada kepala, leher atau tulang belakang seperti tidak dapat merasakan keberadaan anggota tubuhnya namun tidak keluar darah segera panggil ambulans dan awasi pernapasan korban hingga tim medis datang ke tempat kejadian perkara.
close