4 Fakta kista pada penis yang wajib Anda ketahui - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Fakta kista pada penis yang wajib Anda ketahui

Kondisi kista ini sendiri sebetulnya merupakan struktur yang berbentuk seperti kantung, memiliki kandungan cairan, nanah, dan gas. Kista ini bisa muncul di berbagai area mulai dari wajah, leher, telinga, punggung, termasuk di area organ intim.

Keparahan kondisi kista di penis bisa beragam. Ada yang membutuhkan penanganan intensif, ada juga yang hanya memerlukan perawatan sederhana. Namun, satu hal yang pasti bahwa kondisi ini tentu saja tidak bisa dibiarkan sehingga perlu diperiksakan lebih lanjut ke dokter.

Ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui terkait dengan kista di area intim ini.

1. Bisa samar gejalanya dengan infeksi menular seksual


Beberapa penyakit infeksi menular seksual rupanya ditandai juga dengan adanya benjolan di area penis. Hal ini terkadang bisa membuat bias.

Untuk menghindari diagnosis dan pengobatan sendiri yang bisa saja membahayakan, segera melakukan konsultasi ke dokter menjadi hal yang penting dilakukan. Selain itu, penyebab dari kista penis maupun penyakit IMS tersebut bisa beragam.

Mengetahui kondisi penyakit secara pasti  tentu saja membutuhkan proses pemeriksaan berlanjut, serta jenis pengobatan yang akan dijalankan.

Ada beberapa karakteristik spesifik dari kista, di antaranya :

Terasa lunak saat disentuh
Memiliki warna yang sama atau sedikit berubah
Tidak sakit saat disentuh
Tidak berubah bentuk dan ukuran dalam waktu yang relatif cepat
Saat kista pecah, area sekitar bisa menginfeksi, meradang, dan terasa sakit
Memiliki tekstur yang sama dengan kulit di sekitarnya

2. Beberapa faktor risikonya


Kista pada area penis bisa terjadi pada semua laki-laki. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kista jenis ini, di antaranya :

Pernah mengalami cedera pada penis
Memiliki aktivitas seksual yang tinggi
Punya riwayat keluarga yang mengalami kondisi ini
Mengalami perubahan hormon
Kurang emnjaga kebersihan diri dengan baik

3. Jenis-jenis kista pada penis


Dilihat dari beberapa jenisnya, kista ini ada yang berbahaya dan tidak berbahaya. Inilah beberapa jenis yang wajib diketahui.

Kista sebasea

Jenis kista satu ini termasuk yang tidak berbahaya. Kista bisa terbentuk karena kelenjar sebaceous yang menghasilkan minyak tersumbat. Karena tidak berbahaya, biasanya penderita tidak memerlukan perawatan yang intensif.

Kista inklusi epidermis penis

Kista satu ini rupanya jarang terjadi. Biasanya kista bisa timbul karena adanya komplikasi dari kesalahan ketika laki-laki disunat.

Tak seperti jenis sebasea, kista jenis ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit. Terdapat jaringan keras yang terbentuk di dalam dan bisa semakin membesar. Oleh karena itu, dokter biasanya akan mengangkat kista jenis ini.

Median raphe cyst

Ada juga kista yang memang dialami laki-laki karena faktor bawaan. Sejak di dalam kandungan, kista ini bisa saja berkembang.

Kondisi ini bisa terjadi karena adanya abnormalitas pada jaringan penis. Kista jenis ini umumnya jarang terjadi dan jarang menimbulkan gejala yang mengganggu.

Kista epidermoid

Adanya pertumbuhan keratin pada kelenjar sebaceous bisa menyebabkan terjadinya kista jenis ini. Penanganan yang perlu dilakukan umumnya bergantung pada gejala dan kondisi.

Biasanya kista jenis ini tidak berbahaya saat ukurannya kecil. Namun, kista bisa menyebabkan ketidaknyamanan saat ukurannya membesar.

4. Kista pada laki-laki ini bisa berkembang menjadi kanker

Dalam kasus yang masih jarang terjadi, kista pada penis bisa berkembang menjadi kanker pada penis. Beberapa gejala kanker penis yang sebaiknya diwaspadai antara lain :

Benjolan penis semakin membesar dari waktu ke waktu
Terdapat luka terbuka pada penis
Ada benjolan keras, kecoklatan di penis
Terdapat ruam di bawah kulup
Mengalami perdarahan atau mengeluarkan cairan yang tidak biasa
Penebalan pada kulit penis
Jika menemukan dan merasakan beberapa gejala di atas, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.  Khususnya bila perubahan pada penis terjadi lebih dari 4 minggu.