Produk Indonesia yang Laku Keras di Afrika - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Produk Indonesia yang Laku Keras di Afrika

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata Afrika? Mungkin sebagian besar akan menjawab mengenai tingkat kemiskinan yang tinggi, banyaknya penyakit menular seperti Ebola dan HIV, serta konflik dan perang antar saudara.

Namun tahukah kamu bahwa dibalik image negatif tentang Afrika, benua yang diisi oleh 54 negara tersebut merupakan salah satu pasar nontradisional tujuan Indonesia? Hal ini karena benua tersebut merupakan kawasan pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di dunia setelah Asia, dengan prediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,3 persen dan memiliki jumlah penduduk sekitar 1 miliar orang dimana 60 persennya adalah generasi muda. Hal ini menjadikan negara-negara di Afrika sebagai pasar potensial produk Indonesia.


Sebagai salah satu tujuan pasar nontradisional untuk produk Indonesia. Saat ini produk Indonesia sudah berhasil menembus Afrika, bahkan sangat terkenal hingga dianggap produk lokal. Apa sajakah produk-produk tersebut? Berikut ulasan singkat beberapa produk Indonesia yang terkenal di Afrika.

Sarung

Sarung buatan Indonesia telah masuk ke negara-negara di Afrika seperti Somalia, Djibouti, dan negara-negara muslim di kawasan Afrika Timur lainnya. Di Somalia, sarung dikenal dengan nama Macawis dan digunakan oleh para laki-laki untuk kegiatan sehari-hari.

Ojek Motor (Djakarta)

Di negara seperti Senegal dan Mali, Jakarta merupakan sebutan untuk ojek motor yang digunakan oleh warga sehari-hari. Hal ini terjadi karena pada tahun 1980 hingga 1990-an, Indonesia mengekspor motor rakitan merek Honda dan Yamaha ke negara-negara tersebut, dan dikenal dengan sebutan Jakarta.

Penggunaan sepeda motor dengan sebutan Jakarta di Afrika, khususnya Senegal dan Mali. Sumber: flickr/Jan Dudas

3. Sabun B29

Sabun B29 merupakan salah satu produk Indonesia buatan PT Sinar Antjol. Sabun B29 mengalami masa kejayaannya di tahun 1970-1980-an namun meredup seiring banyaknya pilihan sabun-sabun cuci lainnya di Indonesia.

Untuk mempertahankan produknya, perusahaan tersebut berpindah ke luar negeri dan mendirikan pabrik di Ethiopia. Saat ini sabun B29 menguasai hampir 30 persen pangsa pasar di Ethiopia dan negara sekitar.

Pasar tradisional di Ethiopia yang menjual sabun B29. Sumber: koleksi pribadi

4. Batik

Batik Indonesia terkenal di benua Afrika, khususnya di negara Afrika Selatan. Hal ini terutama setelah Presiden Afrika Selatan terdahulu, Mandela menggunakan batik tersebut. Mandela pertama kali mengenal batik pada tahun 1990-an ketika pertama kali datang ke Indonesia. Sejak itu Mandela sering menggunakan batik di berbagai acara, hingga di forum-forum PBB. Masyarakat Afrika pun memiliki nama khusus untuk batik yaitu kemeja Madiba, karena Mandela juga dikenal dengan nama Madiba.


13985988549_9daf099581_e (1).jpg
Presiden Mandela menggunakan baju batiknya. Sumber: flickr/vivaDESIGN.biz

5. Indomie


3922841552_6207db2f5e_c.jpg
Papan iklan Indomie di salah satu negara Afrika
Sumber: flickr/Abby flat-coat

Indomie yang diproduksi oleh PT Indofood Sukses Makmur, merupakan makanan favorit non–nasi oleh masyarakat Nigeria. Sebagian besar masyarakat Nigeria bahkan berpikir bahwa Indomie merupakan makanan asli asal Nigeria. Indomie masuk ke Nigeria pada tahun 1980-an dan mendirikan pabrik bersama dengan perusahaan Nigeria Dufil Prima Foods. Saat ini Indomie menguasai 74 persen pangsa pasar mie instan di Nigeria.

Ternyata Indonesia memiliki banyak produk yang terkenal di Afrika, ya? Semoga di masa mendatang akan semakin banyak produk-produk Indonesia yang merajai pasar di negara-negara Afrika maupun kawasan lainnya.
close