Keunikan Wader Sebagai Ikan Liar Di Air Tawar - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keunikan Wader Sebagai Ikan Liar Di Air Tawar


Salah satu jenis ikan air tawar yang difavoritkan oleh para penangkap ikan liar adalah ikan beunteur (Sunda) atau wader. Termasuk penulis hobi memburunya. Hehe.

Wader merupakan jenis ikan kecil yang hidup di air yang jernih, biasanya di sungai, danau, atau kolam alami maupun buatan.

Menurut aneka sumber, wader dikenal dengan sebutan yang berbeda di sejumlah wilayah di tanah air. Misalnya di Jawa disebut wader pari, sedangkan di Sumatera dinamakan seluang, pantao dan belunteur. Orang Betawi menyebutnya ikan cere.

Dalam bahasa Inggris wader disebut sebagai silver rasbora. Sedangkan di Malaysia disebut buntung, londoi, seluang, atau waderpari. Dalam bahasa ilmiah (latin) dinamakan Rasbora argyrotaenia.

Secara umum, wader ada dua wader pari dan cakul. Pari, tubuhnya panjang dan ramping, mempuyai garis horizontal berwarna biru dan merah, serta warna tubuh keseluruhan adalah perak.

Sementara untuk jenis cakul, tubuhnya cenderung montok, memiliki dua bintik pada bagian pangkal sirip punggung, serta warna tubuhnya abu-abu kehijauan. Dan ini banyak dikembangbiakan di luar negeri. Hingga mencapai ukuran yang luar biasa.

Selain kedua jenis wader tersebut, sebenarnya masih terdapat sekitar seratusan jenis wader di dunia. Tidak sedikit dari spesies tersebut yang merupakan spesies endemik.

Bila pembaca sering menemukan ikan ini. Wajar, karena proses pengembangbiakan ikan sangat singkat. Biasanya ikan indukan yang siap bertelur hanya perlu waktu sekitar dua hari. Penetasan telur pun akan terjadi setelah 24 jam.

Saat berkembangbiak, wader akan melekatkan telur-telurnya pada tumbuhan air di sekitar populasi ikan ini tinggal.

Masa ikan ini mengadakan pemijahan biasanya pada saat musim hujan. Walau ada yang berpendapat ikan berjenis kelamin tertentu, banyak pula yang menyatakan wader tergolong heteroseksual.

Selain itu, ikan wader ini akan mencapai matang gonad (reproduksi) setelah mencapai ukuran panjang di atas 330 mm dan berat di atas 7 gram.

Ikan ini sangat populer di daerah perairan karena sering dikonsumsi dari hasil tangkapan langsung, selain memiliki citra rasa yang gurih juga mengandung gizi dan protein yang tinggi.

Sayangnya, walau ada postingan budi daya jenis ikan liar ini, di dalam negeri masih sulit ditemukan upaya budi daya. Padahal di luar negeri, konon, ikan ini telah memiliki nilai komersial yang cukup tinggi, terutama untuk kategori ikan hias.

Kini, ikan bertubuh mungil ini masih dibilang melimpah di perairan bebas. Karenanya tidak termasuk binatang langka dalam daftar IUCN Redlist.
close