Mati-matian Cari Uang Tak Kunjung Kaya Raya, Ternyata Sebabnya 7 Faktor Ini - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mati-matian Cari Uang Tak Kunjung Kaya Raya, Ternyata Sebabnya 7 Faktor Ini

Siapa yang tidak ingin menjadi orang kaya. Bahkan ada yang sampai melakukan segala cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Bukan hal mengherankan orang-orang berusaha mencari harta sebanyak-banyaknya.

Menjadi kaya raya membuat seseorang dapat memenuhi semua kebutuhan dan bisa memfasilitasi segala kesenangan pribadi.

Untuk menjadi kaya butuh usaha, kerja keras, serta kecerdasan yang dibutuhkan. Namun, tidak melulu setiap upaya membuahkan hasil yang diharapkan.

Dengan kata lain, sudah kerja keras belum tentu sukses. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang susah mewujudkan keinginanya menjadi kaya raya.

1. Kerja keras, tapi tidak kerja cerdas

"Jika yang Anda lakukan sepanjang hidup Anda adalah kerja keras, Anda tidak akan menjadi kaya. Tidak cukup hanya kerja keras untuk memperoleh penghasilan," jelas Ric Edelman, seorang penasihat keuangan.

Menurut Edelman, salah satu cara kerja cerdas adalah menginvestasikan uang di pasar saham atau dana pensiun.

Sehingga, uang akan kembali menghasilkan uang. "Anda bisa melakukan ini tanpa banyak risiko, tanpa banyak usaha, dan tanpa banyak waktu," tutur Edelman.

2. Hanya fokus pada menabung

Salah satu cara kerja cerdas lainnya adalah dengan meningkatkan pendapatan, bukan hanya menabung.

Memang, menabung sangat penting untuk membangun kekayaan, tapi jangan lupakan juga pendapatan, yang merupakan fokus para orang kaya.

"Berhenti khawatir tentang kekurangan uang dan fokuslah pada bagaimana memperoleh lebih banyak," kata miliuner Steve Siebold.

3. Beli barang terlalu mahal

Jika seseorang hidup di atas standar kehidupan yang wajar baginya, maka ia tidak akan pernah kaya. Bahkan jika pendapatannya mulai meningkat, jangan jadikan itu pembenaran untuk menaikkan gaya hidup.

"Saya tak beli jam atau mobil mewah sampai bisnis dan investasi saya menghasilkan banyak arus pendapatan yang aman," ujar miliuner Grant Cardone.

4. Bahagia dengan penghasilan tetap

Rata-rata orang memilih untuk digaji berdasarkan waktu, misal bulanan atau upah per jam. Namun, orang kaya memilih digaji berdasarkan hasil dan biasanya malah berwirausaha.

"Bukan berarti tidak ada orang kelas dunia yang dibayar dengan gaji (bulanan), namun untuk sebagian besar, ini adalah langkah paling lambat untuk kemakmuran," ungkap Siebold.

5. Tidak investasi

Salah satu cara paling efektif untuk memperoleh kekayaan adalah dengan berinvestasi. Semakin cepat seseorang mulai investasi, maka semakin baik.

"Rata-rata, miliuner menginvestasikan 20 persen penghasilan mereka setiap tahun. Kekayaan mereka tak dihitung dari jumlah yang mereka hasilkan tiap tahun, namun dari bagaimana mereka berinvestasi sepanjang waktu," terang penasihat keuangan Ramit Sethi.

6. Tidak keluar dari zona nyaman

Jika ingin kaya, sukses, atau maju dalam hidup, maka Anda harus terbiasa dengan ketidakpastian atau ketidaknyamanan.

Orang-orang kaya merasa nyaman dengan ketidakpastian.

"Kenyamanan fisik, fisiologis, dan emosional adalah tujuan utama pola pikir kelas menengah. Para pemikir kelas dunia mempelajari lebih dulu bahwa menjadi miliuner tidak mudah. Mereka belajar untuk nyaman bekerja dalam ketidakpastian," ungkap Siebold.

7. Tidak punya tujuan finansial

Jika ingin membangun kekayaan, prosesnya akan lebih mudah dan menyenangkan jika seseorang memiliki tujuan yang jelas dan spesifik dalam merencanakan tujuan finansial.

Apakah ia akan beli rumah, melancong sebulan sekali, atau menikmati masa pensiun yang tenang, tulislah semua rencananya untuk diwujudkan.

"Orang-orang kaya memilih untuk berkomitmen dalam memperoleh kekayaan. Butuh fokus, keberanian, pengetahuan, dan banyak usaha, namun segalanya mungkin jika Anda memiliki tujuan dan visi yang jelas," kata miliuner T Harv Eker.(*)