Bolaang Mongondow Raya Otonomi dan sejarah Provinsi Sulawesi tahun 1953 - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bolaang Mongondow Raya Otonomi dan sejarah Provinsi Sulawesi tahun 1953


Bolaang Mongondow Raya Otonomi dan sejarah Provinsi Sulawesi tahun 1953

Pulau sulawesi pernah menjadi satu provinsi dengan ibukota makasar terdiri dari daerah kabupaten yaitu :

1. Kota Besar Makasar ibukota Makasar

2. Kabupaten Makasar Ibukota Sungguminasa

3. Kabupaten Bonthain Ibukota Bonthain

4. Kabupaten Bone Ibukota Wantapone

5. Kabupaten parepare ibukota parepare

6. Kabupaten luwu ibukota palopo

7. Kabupaten sulawesi tenggara ibukota Baubau

8. Kabupaten mandar ibukota madjene

9.kabupaten Poso ibukota poso

10. Kabupaten Donggala ibukota palu

11. Kabupaten Sulawesi utara Ibukota Gorontalo

12. Kabupaten Minahasa ibukota Manado

13. Kabupaten sangihe Talaud ibukota Tahuna

14. Kota Ketjil Manado ibukota Manado

Bolaang mongondow Raya,gorontalo dan buol menjadi satu wilayah yaitu kabupaten Sulawesi utara.sebelumnya merupakan wilayah swapraja dan neo swapraja atau bekas wilayah terdiri dari Resort afdeling gorontalo,onderafdeling Bolaang Mongondow termasuk Landschap landschap zelfbestuur Bolaang mongondow,Buol,maloea,Bantoe-batoe,Alla,Barroe,Sopengriadja,tanete,madjene,pembauang,Tjenrana,Balangnipa,Binuang,Mamudju,Tapalang,Luwu,Tanah Toraja,Buton,dan Laiwoi.

Proses Desentralisasi atau otonomi daerah sudah di atur sejak sebelum dan sesudah berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia .desentralisasi ketatanegaraan merupakan pemberian kekuasaan untuk mengatur daerah di dalam lingkungannya guna mewujudkan asas demokrasi dalam pemerintahan negara.

Sejarah Desentralisasi di sulawesi mengalami banyak perkembangan salah satu contoh di semenanjung utara Provinsi sulawesi, minahasa menjadi kabupaten sendiri krn sejarah asal usulnya minahasa juga mempertahankan verbond 10 Januari di mana ada hak kesetaraan di masa nedherlansch indie dan sama halnya dengan sulawesi utara merupakan gabungan gorontalo,Bolaang Mongondow dan Buol yang sebelumnya juga merupakan kerajaan sendiri.

Pada perkembangan selanjutnya di tahun 1960 berubah menjadi provinsi Sulutteng sulawesi utara dan tengah yang terdiri dari kotaparaja Manado,kotapraja gorontalo dan delapan daerah tingkat 2 : Bolaang Mongondow,Sangihe Talaud,Minahasa,gorontalo,Buol,toli toli,Donggala,Poso dan Luwuk Banggai.

Kemudian berkembang lagi menjadi provinsi sulawesi utara di tahun 1964 wilayah membentang dari talaud sampai molosipat gorontalo yaitu kota manado,kota gorontalo,kota bitung,sangihe talaud,Minahasa,Gorontalo,Boalemo, Bolaang Mongondow.

Perkembangan selanjutnya di tahun 2000 Gorontalo akhirnya menjadi provinsi sendiri lepas dari sulawesi utara telah mendapatkan hak sejarah otonomi Neo Swaprajanya,Bolaang Mongondow raya juga sementara berjuang mendapatkan hak sejarah swapraja melalui otonomi, kini telah menjadi 4 kabupaten dan 1 kota guna proses persiapan menjadi Provinsi Bolaang Mongondow Raya lepas dari sulawesi utara menunggu persetujuan dari Pemerintah Pusat.

Jika Pemerintah pusat mengesahkan Usulan DOB Provinsi Bolaang Mongondow Raya maka sejarah Desentralisasi yang di bangun dalam sejarah otonomi sulawesi akan kembali kepada Ruh Awal sesuai konsep Pembangunan merata dalam rangka rangka pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta yang adil dan makmur.

Semoga..😇😇
close