Wabah virus corona melumpuhkan sektor pertanian - Navigasi Berita a -->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wabah virus corona melumpuhkan sektor pertanian


Wabah virus corona melumpuhkan segala sektor, mulai dari pariwisata hingga pertanian. Ada banyak sekali pekerja yang harus kehilangan pekerjaan mereka. Sedangkan para pekerja mandiri, usaha rumahan, termasuk para petani juga harus menanggung kerugian. Dari sektor pertanian ini hasil panen menjadi sia-sia.
Selama wabah corona, beberapa negara mendapat imbauan untuk tetap tinggal di dalam rumah. Sehingga aktivitas berbelanja juga berkurang. Akibatnya, petani kehilangan konsumen untuk hasil lahan mereka. Begini kisah panen mereka selama corona.

Petani bunga di Malang berikan bunga untuk ternak


Salah satu hasil tani di Malang, Jawa Timur adalah bunga, karena hawa yang dingin sehingga tanaman bunga-bungaan bisa tumbuh subur. Namun, selama wabah corona ini, pernikahan menjadi hal yang dilarang (sementara). Begitu pun dengan acara wisuda, hajatan, serta pertemuan-pertemuan lain. Toko-toko yang menjual bunga pun memilih untuk tutup sementara karena tak adanya konsumen. Alhasil, dari video viral yang beredar, petani mawar memberikan bunga yang baru saja panen kepada ternak mereka.
Petani bagikan timun gratis kurang lebih 1000 Kg


Petani yang berasal dari Malaysia ini baru saja panen kurang lebih 3000 kilogram mentimun. Namun, di tengah wabah corona, ia mengaku kalau dirinya kesulitan untuk menjual hasil panennya karena sulitnya transportasi. Dari total 3 ton mentimun tersebut, 2 tonnya terjual habis, dan masih menyisakan 1 ton lagi. Alhasil, karena tak mau timun tersebut membusuk, ia memberikannya kepada mereka yang membutuhkan secara cuma-cuma.
Gagal panen di Italia karena kekeringan


Italia adalah salah satu negara yang melakukan lockdown secara menyeluruh akibat virus corona yang menyebar dengan sangat cepat. Alhasil, karena lockdown berkepanjangan itu, banyak lahan yang terancam gagal panen. Tak hanya itu saja, faktor gagal panen ini juga diperparah dengan kekeringan berkepanjangan yang melanda lahan-lahan di Italia.
Berbagi hasil panen dengan warga sekitar


Adanya pembatasan di beberapa wilayah karena covid-19 membuat para petani kesusahan mendistribusikan hasil panen mereka. Oleh karena itu, karena takut membusuk dan sia-sia, sayur mayur yang seharusnya dijual malah dibagikan ke warga sekitar. Salah satunya adalah di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, para petani yang bisanya mengirim hasil panen ke Jabodetabek dan Bandung malah rugi. Mereka hanya mengonsumsi sendiri sayur itu dan dibagikan ke warga sekitar.
Dampak dari virus corona ini diderita oleh hampir semua petani yang ada di dunia, terutama di negara yang sekarang sedang tinggi-tingginya para pasien corona yang dirawat. Hal ini tentu sangat merugikan, karena ada petani yang hanya mendapat uang dari panen hasil bumi itu. Semoga semua ini segera berakhir ya.
close